Monday, December 6, 2010

Market crowded and fuyung hay

Nah kalo musim hari raya gini suka ribet kalo lewat jalan pulang. Maklum
sejak kerja di ubud , mau ga mau pulangnya harus lewat pasar ketapian
yang musim-musim rahinan,orang-orang yang belanja suka semena-mena
parkir. Perlu extra kesabaran kalo mau lewat sana

Eniwei sore ini dapet info kuliner special edition lagi dari bli Eka
Lanus. Kali ini seputar fuyung hay (heheheh)



Berikut cuplikan nya:

"coba fuyunghai di warung jln tarakan dket simpang6, sebelah bengkel
cuci mobil, lembuuut bgt fuyunghainya :))"


"#fuyunghai unik: di jalan kepundung, warung arya, fuyunghai lebih
besar drpd piringnya :))"


"#fuyunghai unik: di jln Teuku Umar, depot Akai: fuyunghai tebal dan
empuk buat dimakan rame2 :)) "


Menurut bli Lanus juga : "Kata salahsatu dagangnya, the original #fuyunghai mesti ada daging kepitingnya. Jadi kalo cuman irisan sayur doang, anda layak protes!"

Taukah anda? kalau fuyung hay atau bahasa western nya "Egg Foo Young" ditemukan di Inggris dan Amerika oleh komunitas China imigran di Pecinan, sekitar tahun 1930. Resep fuyung hay ini merupakan pengembangan dari resep dari China yaitu "Fu Yung Egg Slices" (kalo ga percaya cek WIKI dech)

Nah boleh dcoba tuch kapan-kapan hehehe (kalo mo nyoba, ajak-ajak gw
ya!)
This afternoon story sponsored by @ekalanus architect, photographer,
culinary reviewer and mocking patner ;)

-email post by armeq-

1 comment:

Esha Satrya said...

aarrghh!!
salah baca postingan + langsung laper di jam 1.16 AM.